Langsung ke konten utama

Menyerah Dan Melanjutan Hidup Apakah Merupakan Pilihan?


Menyerah, itulah kata yang seringkali terlintas ketika sedang dalam keadaan tertekan dan putus asa. Menjalani hidup tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Pilihan sudah tidak menjadi sebuah pertimbangan, melainkan sebuah keharusan. Keharusan untuk mempelajari hal yang tidak digemari, mengerjakan hal yang tidak disukai dan hidup ditempat yang tidak diimpikan.

Melanjutkan hidup bukan untuk mengejar cita-cita. Karena belum ada cita-cita yang ingin dicapai selama ini. Tak seperti orang lain yang memiliki cita-cita sejak kecil dan berusaha untuk mewujudkannya saat dewasa. Yang ada hanyalah serpihan harapan yang hanyut terbawa aliran waktu yang tak pernah berhenti.

Nasihat dan pencerahan dari para pendahulu maupun mereka yang ahli sesekali memberikan energi positif untuk berpikir secara sehat. Memberikan semangat untuk memperbaiki keadaan dan mulai merajut cita-cita. 

Tidak ada kata terlambat selama masih diberi kesempatan untuk hidup. Semangat untuk membangun harapan yang dulu tak terjamah. Lalu berusaha untuk tidak menunda kebaikan.

Ketika tidak memiliki Tuhan, menyerah atau melanjutkan hidup merupakan pilihan yang dapat diambil. Namun jika memiliki Tuhan dan percaya akan kekuasaannya, pilihan tersebut sudah tidak berlaku lagi. Melanjutkan hidup menjadi suatu keharusan. Suka atau tidak itulah yang sudah ditakdirkan. Meski seringkali menciptakan sesuatu, namun perlu diingat bahwa manusiapun merupakan sebuah ciptaan, dan sudah pasti karya tersebut dibuat agar sesuai dengan harapan sang Maha Pencipta.


Komentar