Langsung ke konten utama

Impian Dan Cita-cita

Seseorang memberitahu bahwa dulu ketika kecil dia memiliki cita-cita untuk menjadi Pilot, menjadi ABRI dan sebagainya. Dia mengatakan hal itu ketika ditanya oleh kakeknya saat sedang bermain dan bercengkrama. Jawaban tersebut terucap (dipilih) mungkin berdasarkan apa yang dikaguminya saat itu. Dia bercita-cita ingin menjadi Pilot karena memiliki mainan pesawat dan sering melihat pilot yang gagah saat mengemudikan pesawat. Dia ingin menjadi ABRI karena melihat foto kakeknya yang gagah ketika memakai baju dinas. Anak itu berkata kepada Kakeknya: "Kalo aku pengen jadi ABRI Kek, biar gagah kayak Kakek!", sambil menirukan gaya Kakeknya.



Dia sangat dekat dengan Kakek. Setiap pagi, selepas sholat Subuh dia bergegas bangun dan menuju kamar kakek. Kakek sudah paham dengan maksud kedatangannya itu. Lantas kakek menyalakan TV dan memutar channel TV kesukaan anak itu. Kakek berkata "Kalo mau jadi ABRI mesti banyak makan sayur biar sehat dan kuat! Tuh lit, Popeye juga makan sayur jadi kuat". Ternyata yang ditontonnya itu film Popeye yang menurutnya itu adalah film kesukaan kakek dan anak itu. Kakek terlihat senang menemani cucunya.

Mereka seolah memiliki hobi dan kegemaran yang sama. Selain memiliki tokoh kartun yang sama, mereka juga sama-sama senang memelihara binatang. Selain berprofesi sebagai ABRI beliau pun ternyata adalah seorang dokter hewan. 

Hari-hari bersama kakek menjadi moment yang paling ditunggu oleh anak itu. Dia adalah anak yang aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Sehingga terkadang orang lain dibuat jengkel oleh tingkah anak itu. 

Mereka sangat dekat. Jika anak itu sedang dimarahi oleh orang tuanya, ia seringkali berlari menuju tempat kakeknya berada. Kakek sering membela cucu kesayangannya tersebut. 

Hingga pada suatu hari, ketika anak itu sedang bermain dengan teman sekolahnya ia mendengar nama Kakeknya disebut oleh seseorang melalui pengeras suara di Masjid. Dia mencoba mengeja dan mengingat baik-baik nama Kakeknya. Dan nama tersebut cocok dengan nama Kakenya yang ia ingat. Anak tersebut lalu berlari menuju rumah untuk memastikannya.

Sesampainya di rumah, dia melihat banyak orang telah ramai berkumpul. Anak itu lari menuju kamar dan memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Anak itu tidak terlihat sedih, namun seperti orang yang kebingungan. Usianya yang belum genap sepuluh tahun menjadikannya tidak begitu mengerti arti kehilangan.

Hari terus berganti. Anak itu kini telah kehilangan orang terdekatnya. Meskipun demikian, ia masih memiliki Nenek yang juga dekat dengannya. Namun hari-hari yang dilalui tidak lagi sama seperti sebelumnya. Kehilangan satu orang yang sangat berharga itu membawa banyak perubahan. Kecerian Nenek pun perlahan pudar karena beliau yang sangat terpukul atas kepergian Kakek. 

Tahun demi tahun dilalui oleh anak itu. Kini dia telah kehilangan Kakek dan Neneknya. Saat ini dia tinggal selangkah lagi lulus dari Sekolah Menengah Atas. Dia sudah mengerti arti kehilangan. Cita-cita yang dulu pernah dikatakan kepada Kakek sudah tak lagi terpikirkan. Dia kehilangan motivator terbesar dalam hidupnya. 

Setelah semuanya berlalu anak itu akhirnya mengerti. Ternyata cita-citanya yang sesungguhnya di masa kecil itu bukanlah ingin menjadi apapun yang ia sampaikan kepada Kakek atau Gurunya di sekolah saat itu, tetapi cita-citanya ialah ingin selalu bersama-sama dengan orang yang berharga dalam hidupnya dan berusaha membuat mereka bahagia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Hidup

Teka-teki Kehidupan Apa masa yg telah berlalu masih dapat di ulang? Atau itu hanya tetap akan menjadi kenangan yg hanya kenangan. Abstrak dan posisinya berada di belakang? Bagaimana jika mengenangnya membuat seseorang menjadi rindu akan masa lalunya? Rindu akan masa kecilnya, masa-masa di sekolah, dan kenangan-kenangan lainnya. Lalu Apa yg bisa dilakukan? Kembali ke masa lalunya atau hanya meratapinya dengan harapan yg semu? Masa lalu adalah sejarah Ya! Di sini waktunya kembali mencari tau arti dari sebuah kehidupan. Apa sebenarnya tujuan seseorang diberi kehidupan. Dan bagaimana alur kehidupan yg berlaku. Karena masa lalu adalah sejarah yg perlu dipelajari untuk bekal di masa depan. "Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan." (Ali Imran, ayat 158) "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syu...

Jalani Saja

Memulai kehidupan dengan kebahagiaan, mimpi dan cita-cita. Waktu tak pernah berhenti berputar  Mengantarkan diri ke dalam skenario Sang Pencipta Cahaya matahari memaksa mata untuk melihat dunia Indahnya mimpi lenyap bersama kegelapan malam Tawa bahagia dibalas tangis kebingungan Di mana aku berada? Kehadirannya menghangatkan suasana Cahaya hidup menunjukkan jalan untuk melangkah Semangat terus mengalir mengisi hari-hari Namun hangatnya memiliki batas akhir Satu-persatu cahaya hilang ditelan bumi Dihantui kerasnya hidup Mimpi yang begitu indah tak kunjung terwujud Rapuh tergores luka dan pilu Hidup tak selalu seperti yang dipikirkan Dinamika membuatnya sulit ditebak Seperti pasang dan surutnya air di pantai Serta ukuran ombak yang berubah-ubah Semakin tinggi mendaki semakin besar kemungkinan terjatuh Semakin dalam menyelam tak membuatnya dekat dengan akhir kehidupan Tak peduli seberapa menyakitkan, hidup ini harus terus dijal...

Semangat Yang Telah Lama Pergi

Berkendara di jalanan Jakarta. Terpapar sinar matahari dan diguyur air hujan. Menghirup asap kendaraan dan tertusuk angin malam. Hiruk-pikuk kemacetan di jalan raya menjadi hal yang lumrah di temukan setiap hari. Namun ada yang berbeda dengan hari ini. Ditengah riuh kendaraan bermotor tiba-tiba jantung berdegup cepat. Seolah ada sesuatu yang menarik perhatianku untuk menoleh ke samping. Ya.. hari ini aku telah melihat serpihan kenangan dari masa lalu. Aku bisa merasakannya. Perasaan yang tak asing lagi. Tapi kenapa? Untuk apa? Apakah ini hanya kebetulan? Atau hanya halusinasiku saja? Entahlah.. Mungkin Tuhan ingin mengobati rindu. Atau bahkan Tuhan bermaksud menguji. Yang pasti tidak ada hal sekecil apapun yang luput dari rencana baik-NYA.